Umum

Inilah Pengguna Software Bajakan di Indonesia Tertinggi se-Asia Pasifik, Apa Benar?

Maraknya penggunaan software bajakan atau tidak berlisensi untuk kebutuhan bisnis maupun perorangan sudah semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan data dari BSA I The Software Alliance (BSA) pada 2017, 83% software yang beredar di Indonesia adalah bajakan.

“Di kawasan Asia Pacifik, rata-rata penggunaan software tidak berlisensi adalah 57 persen, sementara di Indonesia persentasenya mencapai 83 persen. Ini tinggi sekali, bahkan termasuk yang tertinggi di dunia,” kata Senior Director BSA, Tarun Sawney, seperti dikutip dari Antaranews.

Penggunaan software yang tidak berlisensi bisa meningkatkan potensi serangan siber yang dapat merusak berbagai file penting, pencurian data personal. Bahkan jenis virus ransomware dapat memblokir akses pengguna ke perangkatnya. Hal tersebut hanya dapat dipulihkan apabila membayar uang tebusan secara online kepada penjahat siber.

Pemerintah mengaku kesulitan mengontrol perusahaan-perusahaan yang menggunakan software bajakan atau tidak berlisensi. Kepala Seksi Pencegahan Direktorat DJKI, Kementerian Hukum dan HAM, Anang Pratama mengatakan kesulitan itu terjadi karena keterbatasan ruang yang dimiliki lembaga pemerintah itu dalam menangani dan mengawasi penggunaan software.

“Sesuai regulasi, penegakan hukum terkait dengan software bajakan ada UU Nomor 28 Tahun 2014. Jadi, apabila tidak ada aduan atau pencatatan dari masyarakat, maka kami akan mengalami kesulitan karena tidak bisa melakukan langkah hukum,” ujar Anang dalam acara kampanye BSA: Legalize and Protect di Jakarta, Senin, seperti dikutip dari Antaranews.

Kasubdit Pencegahan dan Penyelesaian Sengketa Kementerian Hukum dan HAM, Irbar Susanto mengatakan bahwa masalah software bajakan telah menghambat pemerintah untuk melakukan kerjasama dengan pihak eksternal dalam menanggulangi pembajakan software.

Irbar menjelaskan dalam kurun 2015-2018, hanya ada 100 perusahaan software yang mendaftarkan hak ciptanya ke pemerintah. Menurutnya, itu dipengaruhi tidak adanya kewajiban bagi perusahaan-perusahaan software untuk mendaftarkan hak ciptanya.

Karenanya, BSA meluncurkan kampanye “Legalize and Protect” di beberapa negara di Asean, termasuk Indonesia. Tujuan dari kampanye ini adalah untuk menjangkau para pemimpin bisnis dengan pesan mengenai manfaat penggunaan software legal secara hukum, produktivitas, dan keamanan.

Meskipun penggunaan software berlisensi tidak menjamin 100% sebuah perangkat akan terbebas dari serangan siber, setidaknya software berlinsensi akan menjadi benteng pertama yang melindungi aset perusahaan.

BSA berharap bahwa hasil dari kampanye ini dapat mendorong ribuan perusahaan untuk melegalkan berbagai asetnya, dari software ilegal yang tidak aman menjadi aset software berlisensi.

Mari Mengenal 6 Level Valuasi Perusahaan Startup Digital

Debat calon presiden 2019 yang kedua adalah asal mula dari ramainya pembicaraan startup unicorn di Indonesia.

Dalam debat tersebut, calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo melontarkan pertanyaan mengenai bagaimana cara memajukan industri startup unicorn dalam negeri kepada calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Ternyata Unicorn hanyalah satu level dalam level valuasi perusahaan startup digital. Terdapat total 6 level perusahaan startup digital. Berikut selengkapnya.

6 Level Valuasi Perusahaan Startup Digital

1. Cockroach

Level pertama dalam tingkatan startup adalah Cockroach. Perusahaan yang disebut sebagai Cockroach ini merupakan perusahaan yang masih kecil atau baru saja dirintis. Sehingga nilai valuasi yang dimiliki oleh perusahaan ini masih terbilang sedikit.

Meski nilai valuasi masih kecil, perusahan dalam kategori ini biasanya ulet dan juga giat untuk tetap mempertahankan perusahannya.

Perusahaan di level ini bisa menarik para angel investor untuk mengikutsertakan modalnya sehingga valuasinya membesar. Biasanya para angel investor ini akan diberi imbalan obligasi koncersi atau ekuitas kepemilikan.

2. Ponies

Level selanjutnya adalah level Ponies. Istilah Ponies digunakan bagi sebuah perusahaan yang memiliki nilai valuasi hingga USD 10 juta atau berkisar Rp 140 miliar.

Perusahaan dalam level ini adalah perusahaan yang telah berhasil mengembangkan startup miliknya. Jika perusahaan di level ini mampu mempertahankan dan menaikkan nilai valuasinya, maka para angel investor akan lebih tertarik untuk menanamkan modal agar nilai valuasi menjadi lebih besar.

3. Centaurs

Level berikutnya yaitu Centaurs. Centaurs merupakan makhluk dalam kisah mitologi Yunani yang memiliki badan kuda namun berkepala manusia. Istilah Centaurs digunakan bagi sebuah perusahaan yang memiliki nilai valuasi hingga USD 100 juta atau sekitar Rp 1,40 triliun.

Tentu saja jika perusahaan ini dapat bertahan dengan nilai valuasi hingga USD 100 juta, maka para investor kelas besar pun akan tertarik untuk mananamkan modal. Karena semakin banyak modal yang ada dalam perusahaan tersebut, kemungkinan untuk menambah nilai valuasi pun semakin besar.

4. Unicorn

Unicorn adalah perusahaan perintis yang valuasinya mampu menembus US$ 1 miliar (setara sekitar Rp 14,1 triliun).

Di Indonesia sendiri telah ada empat startup yang menyandang status unicorn yaitu Go-Jek, Bukalapak, Traveloka, dan Tokopedia.

5. Decacorn

Level Decacorn merupakan level bagi perusahaan yang memiliki nilai valuasi sebesar USD 10 miliar setara dengan Rp 140 triliun. Tentu saja perusahaan yang telah mencapai level ini merupakan perusahaan besar.

Xiaomi, Uber, Airbnb, Dropbox, WeWork, sampai SpaceX, adalah sejumlah startup yang sudah bernilai lebih dari 10 miliar dolar AS, walaupun valuasi tersebut kadang bisa terpangkas oleh berbagai hal.

Untuk startup dari Indonesia, sudah ada satu startup yang siap menjadi startup decacorn, yaitu Go-Jek. Dengan pendanaan terbarunya dari Google, Tencent dan JD.com, valuasi Go-Jek saat ini mencapai USD 9,5 miliar.

Selain itu, apabila perusahaan startup telah mencapai level ini, maka akan semakin sulit untuk mencari para investor. Hal ini tentu saja para investor harus memiliki kapasitas dana yang besar.

6. Hectocorn

Perusahaan startup yang memiliki level Hectocorn ini merupakan perusahaan yang memiliki nilai valuasi sebesar USD 100 miliar atau sekitar Rp 1.400 triliun. Tentu saja perusahaan ini merupakan perusahaan level dunia.

Jika dilihat berdasarkan valuasi, maka Apple, Google, Microsoft, Facebook, Oracle, dan Cisco adalah perusahaan dunia yang telah mencapai level Hectocorn. Perusahaan yang mampu mencapai level ini biasanya lahir hanya 1 hingga 3 perusahaan saja untuk setiap tahunnya.

Inilah 5 Fitur Windows 10 yang Paling Mengganggu

Tidak semua fitur yang disediakan oleh sebuah sistem operasi untuk kita sebenarnya cocok dengan apa yang kita butuhkan. Karena kenyataannya setiap orang memiliki kebutuhan dan kepentingan yang berbeda. Ada yang ingin menggunakan Windows 10 untuk mengedit foto, bermain game, browsing, desain 3D dan banyak lagi.

Tapi kenyataanya setiap orang lebih banyak menggunakan Windows dan menemukan fitur-fitur yang dinilai tidak begitu penting dan justru mengganggu ketika digunakan, misalnya pada Windows 10. Apa sajakah itu?

  1. Aplikasi Bawaan Windows 10

Tidak ada yang lebih menjengkelkan dibandingkan dengan Bloatware. Bloatware adalah aplikasi bawaan pabrik yang membuat perangkat dan memang pada dasarnya sering memenuhi storage karena fungsinya yang tidak begitu penting. Akhirnya Bloatware tidak penting yang dimiliki Windows 10 diganti dengan permainan legendaris yaitu Candy Crush Saga yang berstatus premium. Selain itu, ia juga mengisi sistem operasinya dengan Bing Food and Drink atau bahkan Zune Music yang justru malah memenuhi start menu, padahal jarang digunakan.

  1. Integrasi OneDrive yang Mengganggu

Kedua yaitu integrasi OneDrive yang mengganggu. Dibandingkan dengan yang populer lainnya seperti cloud storage, OneDrive dinilai masih kurang terkenal. Lebih menyebalkannya bagi setiap pengguna Windows akan diminta untuk menyimpan file-file pribadi secara default ke cloud storage itu. Mending kalo kapasitasnya besar, OneDrive baru saja menurunkan kapasitas bagi pengguna gratisnya yaitu 5 GB.

  1. Tracking Secara Agresif

Berbeda dengan versi-versi sebelumnya dari Windows, kali ini Windows 10 memberikan fitur-fitur yang tergolong lebih mengerikan. Mereka secara terang-terangan mengatakan bahwa OS tersebut akan merekam dan mengkoleksi setiap data pengguna, seperti kontak, tingkah laku, rekaman suara dan masih banyak lagi. Kita memang bisa mematikan pilihan tersebut, namun tentu saja bagi orang awam hal tersebut bukanlah yang mudah untuk dilakukan.

  1. Ketersediaan Settings dan Control Panel yang Membingungkan

Mungkin beberapa pengguna masih bingung apa bedanya Settings dengan Control Panel yang disediakan oleh Windows 10. Selama ini, Control Panel menjadi pilihan utama saat ingin merubah pengaturan pada sistem operasi itu sendiri. Namun semenjak diterapkan opsi Setting pada Windows 8 dan berlanjut ke Windows 10, pengguna justru menjadi bingung karena pengaturan menjadi terbelah diantara kedua pilhan tersebut.

  1. Update yang Berupa Pemaksaan

Terakhir, yang menjadi salah satu paling menyebalkan. Windows 10 secara default mengharuskan penggunanya untuk secara berkala meng-update Windowsnya secara otomatis. Tidak hanya pengguna Windows di dalam negeri saja yang kesal, ternyata pengguna Windows di berbagai tempat pun jengkel dengan update yang memaksa ini.

Tindakan Pemerintah Gandeng Swasta Garap Satelit Internet ‘Satria’

Pemerintah melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) baru saja menandatangani perjanjian kerja sama dengan Badan Usaha (KPBU) untuk mewujudkan proyek satelit multi fungsi (SMF) bernama Satelit Republik Indonesia (Satria).

Proyek ini akan mulai digarap pada akhir tahun 2019 oleh perusahaan satelit asal Perancis, Thales Alenisa Space. Menkominfo Rudiantara, mengatakan bahwa proyek perancangan Satria ini membutuhkan waktu sekitar 3,5 tahun.

Satelit internet ini akan rampung pada tahun 2022 dan akan siap dioperasikan ada tahun 2023. Diketahui, total nilai satelit internet tersebut sebesar Rp 21,4 triliun.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Rudiantara, Satria berbeda dengan satelit sebelumnya yang sudah dimiliki Indonesia.

“Beda, kita sekarang memasuki era data, ini satelit didesain untuk internet,” jelas Rudiantara saat ditemui usai penandatanganan KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha) di Jakarta, Jumat (3/5/2019).

Satelit yang sudah dimiliki Indonesia saat ini bertujuan untuk mencukupi kebutuhan telekomunikasi seluler.

Satria mencukupi kebutuhan Internet

Sedangkan, Satria diproyeksikan untuk mencukupi kebutuhan internet dan bisa menjangkau wilayah lebih luas. Khususnya daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) serta daerah perbatasan di Indonesia. Rencananya ada 150.000 titik layanan yang akan dijangkau Satria.

Jika dirinci per wilayah, ada 54.400 titik di Sumatra, 19.300 di Kalimantan, 23.900 titik di Sulawesi, 18.500 di Papua dan Maluku, 13.500 di Bali dan Nusa Tenggara, serta 19.400 titik di Pulau Jawa. Semua titik ini akan menyasar ke sektor layanan publik.

Dari jenis peruntukannya. 93.400 titik ditujukan bagi sekolah, 3.700 titik layanan kesehatan, 3.900 sektor polhukam, dan 47.900 titik kantor daerah.

Tidak hanya berpusat di Jawa

Rudiantara berharap dengan adanya Satria, pembangunan koneksi internet tidak hanya berpusat di Pulau Jawa.

“Tidak boleh dibangun di Pulau Jawa, kita harus distribusi ke 150.000 daerah. Mungkin ada lima lokasi yang masing-masing 30 ribu titik. Ratakan pembangunan hingga di luar Jawa,” lanjut Rudiantara.

Satria akan sampai pada orbit 146 BT menggunakan frekuensi Ka-band dengan teknologi  very High Throughput Satellite (HTS) berkapasitas 150Gbps.

Seperti proyek Palapa Ring, proyek SMF juga akan menggunakan skema KPBU. Skema ini merupakan gabungan antara pemerintah dan badan swasta, sehingga tidak langsung membebani APBN.

 

Dengan Kuasai Halaman Pertama Google, Begini 8 Tips & Trik SEO Terbaru 2019

Tidak terasa tahun 2018 segera berakhir dan 2019 segera menjelang. Bagaimana kabar perusahaan dan bisnismu?

Ada banyak hal yang harus dilakukan sebagai seorang pebisnis. Apalagi bagi kamu yang bergelut dengan bisnis pemasaran online.

Memang banyak “traffic source” yang bisa kita andalkan untuk mendapatkan pengunjung. Namun, Search Engine Optimization (SEO) masih mendapatkan porsi yang cukup besar. Karena dari sisi kualitas trafik, SEO tetap memiliki kualitas yang sangat bagus dibandingkan sumber trafik yang lainnya.

Nah, menyambut tahun 2019. Kami akan membahas beberapa stategi SEO yang bisa kamu praktekan pada tahun 2019 nanti. Mengetahui dan mempraktekan strategi lebih awal adalah langkah yang baik dan penting. Sehingga kamu bisa melakukan langkah-langkah penting ini sebelum kompetitor melakukannya.

Inilah beberapa strategi SEO yang bisa kamu praktekan pada tahun 2019 nanti. Jika bisa mempraktekannya secara maksimal dan konsisten, bersiaplah mendominasi halaman pertama di Google!

1. Penelusuran Suara

Tahun lalu penelurusan menggunakan suara mencapai 20% dari seluruh penelusuran didunia. Ini artinya, jumlah penelusuran menggunakan suara sudah tidak sedikit dan ada kemungkinan semakin meningkat beberapa tahun ke depan. Terutama tahun 2019.

Nah, sebagai pebisnis online yang menggunakan Search Engine Optimization sebagai sumber traffic tentu wajib bagi kita untuk mempelajarinya.

Salah satu yang menjadi kecenderungan para pencari informasi adalah menggunakan pertanyaan yang lengkap untuk mendapatkan informasi.

Kenapa?

Karena dengan menggunakan suara, mereka tidak perlu capek-capek mengetikan kata per kata di kotak pencarian. Cukup dengan mengucapkan pertanyaan saja. Dan ini jauh lebih mudah bagi kebanyakan orang.

Ciri-ciri keyword yang digunakan menggunakan penelurusan suara adalah menggunakan kata atau kalimat pertanyaan seperti apa, siapa, mengapa, dimana, kapan dan bagaimana.

Yang paling penting adalah menyediakan konten yang bisa menjawab pertanyaan mereka. Selain itu, jangan lupa untuk mengoptimasi bagian judulnya juga.

2. Pengalaman pengguna

Seperti yang lalu-lalu, Google tetap menyukai website yang memiliki pengalaman pengguna yang baik. Semakin baik pengalaman pengguna dari website mu, maka semakin besar kemungkinan website mu mendapatkan peringkat yang lebih baik di SERP Google.

Website yang memiliki pengalaman pengguna yang buruk seperti loading yang terlalu lambat, navigasi berantakan, terlalu banyak iklan dan website yang membingungkan, website seperti ini sangat besar peluangnya untuk turun peringkat dari waktu ke waktu.

Langkah ini sangat penting sekali dan tidak boleh diabaikan begitu saja. Sehebat apapun SEO Offpage yang kamu lakukan, namun pengalaman penggunanya buruk, maka peringkatmu tidak akan bertahan lama.

Tapi, satu hal yang harus kita ketahui dan pahami. Standar pengalaman pengguna terus naik dari waktu ke waktu. Jika dulu cukup dengan website yang loadnya cepat, sekarang juga harus memiliki time on site yang lama. Bahkan terus berkembang dengan adanya klik link ke halaman lain. Faktor-faktor ini akan terus berkembang dan bertambah. Jadi, pastikan website mu tidak ketinggalan.

Salah satu tool yang kami rekomendasikan digunakan untuk melakukan pelacakan pengalaman pengguna adalah Google Analytics. Menggunakan alat ini kamu bisa mendapatkan banyak informasi terkait dengan perilaku pengguna di website.

Jika sudah mendapatkan informasi dari google analytics, selanjutnya kamu bisa memperbaiki pengalaman pengguna agar terus lebih baik.

3. Konten yang SEO Friendly

Ketika bicara tentang konten, itu artinya tidak hanya artikel saja. Disana ada video, gambar, pdf, powerpoint dan lain sebagainya.

Dan sampai hari ini, konten masih menjadi factor penting dan krusial dalam menentukan peringkat website mu. Karena konten ini berdampak langsung pada pengalaman pengguna. Jadi, berusahalah untuk membuat konten yang menarik dan SEO-friendly.

Jika website mu saat ini belum mendapatkan peringkat di halaman pertama Google. Maka, salah satu checklist dalam upaya perbaikan adalah evaluasi konten-konten mu. Apakah konten yang kamu sediakan sudah lebih baik dibandingkan kompetitormu yang berada di halaman pertama Google.

Jika kontenmu lebih buruk dan kamu ngotot untuk tidak merubahnya. Maka sangat sulit bagi website mu untuk mendapatkan peringkat di halaman pertama Google.

Jadi, evaluasilah konten website mu sekarang juga. Termasuk untuk menyambut tahun 2019 nanti. Ini adalah bagian yang sangat penting dan krusial. Sekali lagi. Ini sangat penting.

4. Cermat dalam Link Building

Backlink juga masih menjadi faktor penting dalam menentukan peringkat website mu. Karena melalui backlink, Google bisa mengukur otoritas dari websitemu. Semakin banyak website yang memberikan backlink ke website kita, maka semakin bagus otoritas website kita.

Tapi, ingat. Kamu tidak tidak boleh memasang sembarangan backlink.

Dan inilah mengapa kamu harus selektif dalam melakukan link building. Ibarat makanan, tidak semua makanan itu baik bagi tubuh. Ada juga makanan yang justru dampaknya tidak baik bagi tubuh. Begitu juga dengan backlink. Tidak semua backlink bagus untuk website mu.

5. Raih ‘Rank 0’ pada SERP

Google terus mengembangkan produknya untuk memberikan hasil yang lebih baik bagi pencari informasi. Salah satunya adalah cuplikan yang sering kita lihat pada bagian atas. Praktisi SEO menyebutnya dengan “rank 0” atau “peringkat 0”.

Jika kamu bisa mengakuisisi peringkat nol ini, maka sangat besar peluangmu untuk mendapatkan traffic yang lebih banyak. Hanya saja ini tidak mudah. Dibutuhkan usaha dan trik yang tidak sederhana.

Setelah kami amati, beberapa website yang berada di peringkat nol ini biasanya menggunakan frasa “siapa, apa, bila, dimana, jenis dan lain sebagianya.” Tapi pastikan dulu website mu berada di halaman pertama terlebih dahulu.

6. Meningkatkan CTR

Secara sederhana, CTR bisa diartikan dengan jumlah klik dari total tayang ketika berada dihalaman pertama Google. Misalnya, jumlah pencari informasi yang mengetikan kata kunci di Google sebanyak 1000 kali. Dan website mu mendapatkan klik sebanyak 30 kali. Maka CTR dari website mu adalah (30/1000)*100, yaitu : 3%

Semakin tinggi CTR website, maka semakin besar peluang website mu bertahan di halaman 1 google. Bahkan, kamu berpeluang mendapatkan peringkat nol.

Berikut ini adalah cara meningkatkan CTR website mu di SERP Google :

#1. Optimasi judul dan deskripsi halaman website mu. Jangan terlalu pendek dan juga terlalu panjang. Sisipkan juga kata-kata yang mampu mendorong pengunjung untuk mengklik website mu. Misalnya : Trik Terbaru, Solusi praktis dan lain sebagainya.

#2. Optimalkan url halaman website mu. Jika menggunakan WordPress maka url akan otomatis menggunakan judul yang kamu gunakan.

#3. Gunakan angka pada judul halaman mu. Misalnya : 7 Trik Rahasia para Mastah. Diakui atau tidak, ketika menggunakan angka CTR mu akan jauh lebih baik dibandingkan dengan tidak menggunakannya.

7. Website yang Mobile-Friendly & Responsif

Seperti penelusuran suara, pengguna perangkat mobile terus meningkat setiap tahunnya. Jika kamu tidak ingin kehilangan pengunjung dari perangkat mobile, maka kamu harus memastikan website mu mobile-friendly dan juga responsif.

8. Gunakan Konten Video

Penulis sendiri sangat suka dengan konten video. Melalui video kita mendapatkan informasi yang lebih lengkap dengan visualisasi yang menarik. Ini membuat pengalaman pengguna semakin baik.

Oleh karenanya, kami sangat menyarankanmu untuk menyertakan video pada setiap tulisan yang diterbitkan di website. Kamu bisa membuatnya sendiri atau mengambil video yang relevan di  YouTube.

Itulah beberapa tips dan strategi SEO yang bisa kamu praktekan pada tahun 2019 ini. Pastikan kamu melakukan beberapa hal yang sudah kami sebutkan diatas untuk bisa menguasai halaman pertama Google dengan mudah

 

 

Peusahaan Huawei Resmi Luncurkan Tablet MediaPad M6, Berikut Spek dan Harganya

Huawei resmi mengumumkan seri tablet MediaPad M6 terbarunya yang ditenagai oleh Prosesor Kirin 980 dan hadir dalam dua ukuran layar yang berbeda.

Dilansir Huawei Central, Senin (24/6/2019), MediaPad M6 tersedia dalam dua varian ukuran layar yakni 8,4 inci dan 10,8 inci dengan resolusi 2K (2560 × 1600) dengan teknologi tampilan baru yang mengurangi ketegangan mata. Satu-satunya perbedaan keduanya hanya kapasitas baterai.

Tablet ini hadir dengan ukuran baterai 7500mAh dan 6100mAh masing-masing pada versi 10,8 inci dan 8,4 inci. Juga terdapat pengisian daya cepat 18W. Kedua varian dilengkapi dengan kamera belakang 13MP dan kamera depan 8MP.

Huawei pada tahun ini menambahkan quad speaker dari Harman Kardon untuk memberikan pengalaman media yang lebih baik. Kedua tablet ini juga ditenagai prosesor Kirin 980, RAM 4GB, serta opsi memori internal 64GB dan 128GB.

Keduanya menjalankan EMUI 9.1 yang berbasis pada OS Android 9.1 dengan dukungan GPU Turbo 3 untuk kinerja gaming yang lebih baik.

Duo tablet in juga memiliki port USB Type-C, audio jack 3.5mm, dan slot kartu microSD.

MediaPad M6 tersedia dengan dua pilihan konektivitas, LTE dan hanya Wi-Fi.

Pre-order untuk versi 8,4 inci akan dimulai pada tanggal 10 Juli dan akan mulai dijual pada tanggal 20 Juli mendatang di China. Sedangkan untuk versi 10,8 inci pre-order dimulai pada tanggal 21 Juni dan mulai tersedia pada tanggal 10 Juli.

Berikut adalah daftar harga untuk masing-masing varian Huawei MediaPad M6:

  • 8.4-inci, Wifi only, 4GB/64GB – 1.999 yuan (Rp 4,1 juta)
  • 8.4-inci, Wifi only, 4GB/128GB – 2.399 yuan (Rp 4,9 juta)
  • 8.4-inci, 4G, 4GB/64GB – 2.399 yuan (Rp 4,9 juta)
  • 8.4-inci, 4G, 4GB/128GB – 2.699 yuan (Rp 5,5 juta)
  • 10.8-inci, Wifi only, 4GB/64GB – 2.299 yuan (Rp 4,7 juta)
  • 10.8-inci, Wifi only, 4GB/128GB – 2.699 yuan (Rp 5,5 juta)
  • 10.8-inci, 4G, 4GB/64GB – 2.699 yuan (Rp 5,5 juta)
  • 10.8-inci, 4G, 4GB/128GB – 3.499 yuan (Rp 7,2 juta)

Keren!Seorang Peneliti Temukan Robot untuk Selamatkan Cadangan Air Dunia

Pria asal Cina yang bernama You Wu, menciptakan sebuah robot yang bisa menemukan kebocoran di saluran pipa air. Wu mengatakan robot bergerak dengan air melalui pipa.

Bagian tangan robot dapat menyentuh pipa dan merasakan lubang yang disebabkan oleh kebocoran.

Wu membutuhkan waktu lima tahun untuk membuat sebuah prototipe. Wu menamakan prototipe ini Lighthouse dan dirilis pada Januari lalu, tak lama setelah perilisan Wu masuk daftar Forbes ’30 Under 30′ untuk manufaktur dan industri.

Sebenarnya banyak metode untuk mendeteksi kebocoran pipa. Salah satunya seperti metode mendengarkan suara yang dihasilkan dari getaran pipa air dan pengurangan tekanan.

Namun Wu mengatakan metode tersebut tidak efektif, apalagi jika digunakan di kota yang memiliki tingkat kebisingan tinggi. Wu meyakini, robot besutannya efektif bekerja di kota maupun di daerah pinggiran kota.

Robot ini dirancang untuk memeriksa saluran air yang terganggu dengan memasukan robot ini kedalam pipa di hidran. Robot ini dilengkapi dengan sistem analisis dan akan memberi tahu operator pipa dimana kebocoran berada, seberapa besar kebocoran itu dan kemungkinan kegagalan

Wu adalah lulusan Massachusetts Institute of Technology bersama teman kuliahnya Tyler Mantel yang sedang mengembangkan bisnis WatchTower Robotics yang mereka dirikan pada bulan Juni dengan dukungan Techstars Sutainability Accelerator.

American Society of Civil Engineers ‘2017’ Infrastructure Report Card ‘memperkirakan bahwa ada 240.000 kerusakan pipa air di Amerika Serikat setiap tahunnya.

Menurut WatchTower Robotics kerusakan ini setara dengan membuang lebih dari 2 triliun galon atau setara dengan 7,5 triliun liter air minum yang diolah setiap tahun. Dan sekitar 20 persen air bersih di seluruh dunia hilang setiap harinya.

WatchTower Robotika juga melakukan program percontohan di Massachusetts dengan Departemen Air Cambridge dan di Australia dengan Layanan Deteksi Perusahaan Layanan Pipa.

Sejauh ini, robot telah diuji di Arab Saudi, Virginia dan Inggris. Lighthouse baru baru ini dinobatkan sebagai pemenang dari James Dyson Award, sebuah kompetisi desain internasional.

“Tujuan akhir saya adalah untuk menempatkan peralatan robot kami ke tangan teknisi lapangan di setiap kota di seluruh dunia, sehingga setiap kota di dunia dapat mengurangi kehilangan air karena kebocoran dan mendukung pertumbuhan populasi lebih banyak,” ujar Wu.

 

Ini lah Beberapa Keuntungan Pakai Nama Domain .id

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) mendorong orang-orang yang ingin membuka situs baru untuk menggunakan nama domain .id karena memiliki beberapa keuntungan yakni, nama domain tersedia lebih banyak dan merupakan penanda situs asal Indonesia.

Ketersediaan Nama Domain .id

Ketua PANDI Andi Budimansyah, mengatakan nama domain .id ini masih belum penuh seperti domain dengan akhiran .com. Artinya, masih banyak nama domain dengan akhiran .id yang dapat didaftarkan.

“Pertama, tentunya, masih banyak nama yang kosong, yang masih bisa didaftarkan. Bandingkan dengan domain .com, yang sudah berjumlah 140 juta. Artinya, ketika mencari domain .com susahnya setengah mati karena sudah diambil orang,” kata Andi seperti dikutip dari Merdeka.com, Kamis (25/4/2019).

PANDI mencatat domain .id yang terdaftar berjumlah 310.000 dibandingkan dengan domain .com yang berjumlah sekitar 140 juta situs Internet.

Me-resolve Domain Lebih Cepat

Selain itu, domain name server (DNS) .id tersebar di Indonesia, meskipun ada beberapa yang berada di luar negeri sehingga pembaruan domain dengan nama server baru (resolve) akan lebih cepat.

“Kemudian ada kebanggaan karena .id bisa berarti ide atau identitas. Jadi, ada kebanggaan juga,” imbuhnya.

PANDI mencatat pertumbuhan nama domain .id setiap tahun mencapai 15 hingga 20 persen. Dari keseluruhan nama domain .id, sekitar 11.000 pengguna berasal dari luar negeri dan terbanyak berasal dari wilayah Amerika.

PANDI sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik ditunjuk sebagai pencatat dan pengelola nama domain .id.

Selain pendaftaran nama domain, PANDI juga memiliki wewenang untuk menghapus nama domain yang melanggar peraturan di Indonesia.

Pihak yang merasa pendaftaran suatu nama domain melanggar hak merk atau nama terdaftar yang dimiliki, melanggar norma yang berlaku di masyarakat atau melanggar undang-undang, dapat mengajukan keberatan.

Domain .id yang bermasalah, berdasarkan rekomendasi atau permintaan lembaga yang berwenang, dapat ditutup oleh PANDI.

Perlu diketahui, situs yang telah ditutup PANDI tidak akan dapat diakses oleh pengguna di seluruh dunia. Berbeda jika situs diblokir, pengguna masih dapat mengakses melalui sambungan jaringan virtual pribadi (VPN) atau ketika sedang berada di luar negeri.

Di Tahun 2020, Katanya Xiaomi Akan Punya Ponsel Murah dengan Fingerprint on Display

Sebelumnya muncul rumor bahwa Xiaomi akan merilis ponsel murah dengan Fingerprint on Display. Kini vendor asal China ini mengonfirmasi kabar tersebut.

Melalui postingannya di Weibo, Product Director Xiaomi Wang Teng mengatakan bahwa teknologi Fingerprint on Display akan bisa diterapkan di ponsel bikinan Xiaomi dengan kisaran harga kurang dari 2.000 yuan (Rp 4,2 juta).

Ini dimungkinkan karena perusahaan asal China, Fortsense sedang mengembangkan teknologi pemindai sidik jari yang bisa dibenamkan di layar LCD. Fitur tersebut selama ini memang hanya ditemukan di ponsel berlayar OLED berharga tinggi.

Namun, Fortsense kabarnya telah berhasil memecahkan masalah utama berupa interferensi sinyal di layar LCD. Sejumlah manufaktur ponsel pun diprediksi akan mulai memakai pemindai sidik jari dalam layar buatan Fortsense pada paruh kedua 2019.

Lewat Teng, Xiaomi mengatakan berencana merilis ponsel budget dengan Fingerprint on Display, akan tetapi peminat sepertinya harus menunggu lebih lama.

“Pemindai sidik jari di dalam layar LCD, secara teknis bisa dibuat, namun kecil kemungkinan untuk meluncurkannya tahun ini. Paling cepat mungkin pada akhir tahun nanti atau kemungkinan besar awal tahun depan,” tulis Teng.

Dilansir dari Phone Arena, Selasa (30/4/2019), masih belum jelas lini smartphone mana dari Xiaomi yang akan mendapatkan fitur ini untuk pertama kalinya.

Akan tetapi, bocoran sebelumnya mengatakan bahwa Xiaomi akan membenamkan fitur ini pada seri ponsel Android One besutannya.

Dugaan itu berasal dari dua kode nama ponsel yang ditemukan oleh situs XDADevelopers beberapa waktu lalu.

Berdasarkan temuannya, ada dua ponsel dengan kode “bamboo_sprout” dan “cosmos_sprout” yang sedang diuji coba Xiaomi dengan fitur Fingerprint on Display (FoD). Keduanya diyakini sebagai perangkat Android One besutan Xiaomi generasi penerus Mi A2 dan Mi A2 Lite, kemungkinan bernama Mi A3 dan Mi A3 Lite.

Biasanya Xiaomi menamakan ponsel Android One bikinannya dengan embel-embel “sprout”, seperti Mi A1 dengan kode nama “tissot_sprout” dan Mi A2 dengan kode nama “jasmine_sprout”.

Seri ponsel Android One dari Xiaomi sebelumnya diketahui masih menanamkan pemindai sidik jari konvensional yang letaknya ada di punggung ponsel.

Dari Python vs Julia, Bahasa Pemrograman Mana yang Menurutmu Lebih Baik?

Bahasa pemrograman mana yang harus digunakan untuk ilmu data? Yang manakah di antara keduanya lebih fleksibel ? Ini hanya beberapa pertanyaan yang mungkin Kamu tanyakan pada diri sendiri. Disini, mari kita bahas perbandingan komprehensif antara bahasa pemrograman Julia dan Python.

Selama bertahun-tahun, Python telah banyak diminati oleh para programmer. Bahkan, saat ini dinilai sebagai bahasa pemrograman paling populer. Salah satu alasannya adalah kesederhanaannya dan sebagian besar pemula menggunakannya sebagai platform yang sempurna. Keserbagunaannya menjadikannya bahasa yang ideal untuk pengembang berpengalaman.

Selain mengembangkan aplikasi biasa, Python adalah bahasa pemrograman yang lebih disukai untuk pembelajaran mesin data dan analisis data. Sementara Python membanggakan popularitas besar, Julia juga membuat beberapa langkah signifikan. Peringkat terbaru, Julia berada di antara 50 bahasa pemrograman populer teratas. Sebagian orang lebih memilihnya daripada Python.

Julia

Bahasa pemrograman Julia diresmikan pada tahun 2012 dan ditujukan untuk mengatasi kekurangan bahasa pemrograman lainnya termasuk Python. Itu juga dirancang untuk memanfaatkan aspek terkuat dari bahasa pemrograman lain seperti kecepatan dan keterbukaan. Bahasa ini terutama digunakan untuk pemrosesan data dan komputasi ilmiah.

Fitur Unik Bahasa Julia

  1. Dikompilasi dan tidak ditafsirkan: Julia dikategorikan sebagai just-in-time (JIT) dan dikompilasi oleh kerangka kerja LLVM. Karena tidak ditafsirkan, Julia adalah bahasa pemrograman yang cepat. Kecepatannya dapat dibandingkan dengan bahasa C.
  2. Memiliki sintaks langsung yang dapat dimengerti oleh para pemula. Sintaksnya sangat mirip dengan Python.
  3. Julia adalah bahasa yang diketik secara dinamis. Kamu tidak perlu menentukan atau menandai variabel
  4. Mendukung metaprogramming: Program Julia dapat digunakan untuk membuat program Julia lainnya yang akan memiliki kode unik mereka.
  5. Dapat mengakses pustaka dari bahasa pemrograman lain seperti C, Fortran, dan Python.

Python

Fitur Utama Python adalah:

  1. Bahasa pemrograman tingkat tinggi yang berorientasi objek.
  2. Seperti Julia, Python juga merupakan bahasa yang diketik secara dinamis.
  3. Python adalah bahasa yang ditafsirkan, tidak perlu melakukan kompilasi.
  4. Seperti C, Python adalah bahasa Open Source. Kamu dapat mengunduh dan menggunakannya dengan bebas.
  5. Bahasa ini sangat portabel. Ini dapat berjalan di mesin apa saja.

Keuntungan Bahasa Pemrograman Julia Dari Python

Berikut adalah keuntungan utama yang dimiliki Bahasa Julia dengan bahasa Python.

  1. Kecepatan

Dalam keadaan standarnya, bahasa Julia masih lebih cepat daripada Python. Ini dimungkinkan karena Julia menggunakan deklarasi tipe dan kompilasi JIT (Just in time). Versi pemrograman Python yang tidak dioptimalkan tidak dapat menyamai kecepatan Julia.

Namun, Kamu dapat meningkatkan kecepatan Python dengan menggunakan kompiler pihak ketiga seperti PyPy dan pustaka eksternal lainnya.

  1. Manajemen memori otomatis

Dengan Julia, Kamu tidak akan terlalu terbebani dengan tugas membebaskan dan mengalokasikan memori. Bahasa melakukan tugas-tugas ini untuk Kamu. Bahasa menyediakan langkah-langkah efektif untuk pengumpulan sampah. Namun, ini juga fitur bahasa Python.

  1. Sintaksis yang berorientasi pada matematika

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa bahasa Julia secara khusus diciptakan untuk perhitungan ilmiah yang digunakan dalam lingkungan matematika. Sintaks bahasa pemrograman ini sangat mirip dengan rumus matematika yang biasanya digunakan untuk operasi matematika lain selain hanya komputasi. Untuk alasan ini, Julia dapat dengan mudah dipahami oleh non-programmer.

  1. Paralelisme

Kita tidak dapat menyangkal fakta bahwa Julia dan Python menggunakan paralelisme untuk manajemen sumber daya. Namun, Julia kurang berat dalam hal sumber daya yang digunakannya dibandingkan dengan Python.

Keuntungan Bahasa Pemrograman Python Dari Julia :

Berikut adalah beberapa alasan yang dapat membuat Kamu memilih Python daripada Julia:

  1. Julia masih muda

Bahasa Julia dikembangkan pada tahun 2009 dan dirilis pada tahun 2012. Bahasa ini masih merupakan bahasa baru dengan sedikit fitur. Di sisi lain, bahasa Python telah ada selama beberapa dekade. Ini didukung oleh penelitian dan pengembangan selama bertahun-tahun.

  1. Indeks Array dimulai dari 1

Tidak seperti Python, jajaran Julia adalah 1-indeks. Ini berarti bahwa elemen pertama dalam larik adalah 0 (nol), bukan satu. Fitur ini menempatkan Julia berselisih dengan sebagian besar aplikasi matematika.

  1. Komunitas

Fakta bahwa itu lebih tua dari Julia berarti bahwa ia menikmati dukungan dari komunitas besar. Di sisi lain, Julia memiliki komunitas kecil yang masih pada tahap awal.

  1. Kompatibilitas

Python didukung oleh lebih banyak pustaka dan perangkat lunak pihak ketiga daripada Julia.

Kesimpulan :

Dari perbandingan ini, Kamu dapat melihat bahwa ada hubungan yang sangat erat antara Julia vs Python.Yang Kamu butuhkan adalah belajar dan menguasai salah satu dari dua bahasa pemrograman. Kamu dapat menggunakannya untuk menyelesaikan tugas apapun yang akan kamu hadapi.